Rabu, 29 Juni 2016


OLAHAN BANDENG KENDAL

Letak Kabupaten Kendal, kota yang sangat strategis berada di jalur utama bagian utara Pulau Jawa mempunyai beberapa potensi unggulan yaitu hasil laut,perikanan darat dan pertanian. Sebagai daerah yang memiliki panjang pantai sepanjang 41 km , bermacam hasil tangkapan laut dan perikanan darat merupakan potensi unggulan daerah ini diantaranya udang , berbagai ikan laut serta ikan bandeng yang menjadi ikon Kendal.

Dengan luas laut mencapai sekitar 941, 28 km2 Kabupaten Kendal sangat diuntungkan dengan beragam potensi tangkapan nelayan di laut. Hasil tangkapan ikan laut mencapai 995, 2 ton pada 2011 dari jumlah perahu atau kapal penangkap ikan sebanyak 1.430 unit.Dengan menghasilkan  bandeng tercatat 4.946, 8 ton pada tahun   2011 .

Produk bandeng yang melimpah tersebut diikuti dengan pengolahan hasil perikanan khususnya bandeng dan makanan olahan terbuat dari bandeng. Bandeng dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan seperti pepes bandeng,otak otak bandeng,bakso bandeng,nugget bandeng,dendeng abon,keripik duri dan aneka olahan lainnya.

BUAH TANGAN KHAS KENDAL


Kabupaten Kendal adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Kendal dan masuk dalam Wilayah Metropolitan Kedungsapur yang merupakan Wilayah Metropolitan terbesar keempat setelah Jabodetabek, Gerbangkertosusila, dan Bandung Raya. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kota Semarang dan Kabupaten Semarang di timur, Kabupaten Temanggung di selatan, serta Kabupaten Batang di barat. Kendal juga dikenal dengan Kota Santri karena terdapat ribuan Ponpes terutama di Kecamatan Kaliwungu dan juga dikenal dengan Kota Seni dan Budaya.


Memiliki beragam jenis potensi bisnis yang menjanjikan, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dengan tiga potensi unggulan seperti misalnya perikanan dan kelautan, pertanian dan perkebunan, serta sektor pariwisata yang mulai dikenal masyarakat luas. Sekarang ini banyak investor yang mulai melirik potensi bisnis daerah Kendal yang letaknya di bagian utara Provinsi Jawa tengah ini.
Terbagi menjadi dua daerah dataran, yakni dataran rendah (pantai) dan daerah dataran tinggi (pegunungan), Kabupaten Kendal memiliki luas wilayah sekitar 1.0002,23 km2 yang terbagi lagi menjadi 20 kecamatan, 265 desa, serta 20 kelurahan. Berbatasan langsung dengan Laut Jawa di bagian utara, Kota Semarang di sebelah timur, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang di sisi selatan, serta Kabupaten Batang di bagian barat, tahun 2012 silam jumlah penduduk di Kabupaten Kendal sebanyak 1.040.366 jiwa dan tentunya jumlah tersebut terus meningkat memasuki awal tahun 2013.
Letak Kabupaten Kendal yang sangat strategis berada di jalur utama bagian utara Pulau Jawa, ternyata memberikan banyak keuntungan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Tidaklah heran bila sekarang ini beberapa potensi unggulan Daerah Kendal juga mulai dikenal konsumen dari luar daerah, seperti misalnya potensi ikan bandeng, potensi kerupuk rambak, potensi batik tulis, industri bordir, potensi hasil pertanian, dan lain sebagainya.
Nah, bagi Anda yang ingin mengenal potensi bisnis Kabupaten Kendal, berikut ini kami informasikan beberapa sektor unggulan yang bisa Anda gali dari Kabupaten Kendal.
  • Potensi Ikan Bandeng Kendal
Tak hanya Semarang dan Pati saja yang dikenal sebagai sentra penghasil ikan bandeng, Kabupaten Kendal juga memiliki potensi bandeng yang cukup melimpah. Sekarang ini potensi ikan bandenga tak hanya dipasarkan dalam bentuk ikan mentah, namun sudah mulai diolah menjadi berbagai jenis makanan olahan seperti misalnya bandeng cabut duri yang menjadi salah satu makanan khas atau oleh-oleh tradisional khas Daerah Kendal.
  • Potensi Kerupuk Rambak
Sebagai salah satu makanan khas Kendal, kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau ini ternyata memiliki cita rasa yang gurih dan tekstur sangat renyah. Di Kabupaten Kendal sendiri, sentra penghasil kerupuk rambak berada di Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal. Sedikitnya terdapat 7 unit usaha di daerah tersebut dengan jumlah tenaga kerja kurang lebih 40 orang.